Indeks

Harga TBS Sawit di Sijunjung Tembus Rp3.310/Kg

Ir. Ronaldi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung.(Foto : FA).

Sijunjung, 4 Agustus 2025 – Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Sijunjung mengalami kenaikan signifikan dan kini mencapai Rp3.310 per kilogram. Kenaikan ini disambut dengan antusias oleh para petani, yang menyebutnya sebagai angin segar di tengah fluktuasi harga komoditas beberapa bulan terakhir.

Menurut data dari Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung, harga tersebut berlaku untuk periode 3–9 Agustus 2025 dan ditetapkan berdasarkan hasil rapat penetapan harga bersama perusahaan mitra dan kelompok tani.

*Petani Mulai Hitung Ulang Target Produksi*

Salah satu petani sawit di Nagari Muaro, Pak Joni (45), mengatakan bahwa kenaikan harga ini membuatnya bersemangat untuk meningkatkan produksi. Ia mengaku sudah mulai memperbaiki jalur panen dan menambah tenaga kerja musiman.

“Kami harap harga ini bertahan atau bahkan naik lagi. Kalau stabil, kami bisa rencanakan peremajaan kebun dan beli pupuk lebih baik,” ujarnya.

*Pemerintah Imbau Petani Ikuti Informasi Resmi*

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung, Ir. Ronaldi, mengingatkan agar petani tetap mengacu pada informasi resmi dan tidak terpengaruh oleh spekulasi pasar. Ia juga mendorong petani untuk bergabung dalam kelompok tani agar lebih mudah mengakses pembinaan dan kemitraan.

“Kami terus berupaya menjaga transparansi harga dan mendorong kemitraan yang adil antara petani dan perusahaan,” kata Ronaldi.

*Tantangan: Infrastruktur dan Cuaca*

Meski harga naik, sebagian petani mengeluhkan kondisi jalan produksi yang rusak akibat hujan deras. Hal ini berdampak pada waktu pengangkutan dan kualitas buah saat tiba di pabrik.

“Kami butuh perhatian soal jalan tani. Kalau hujan, truk bisa terjebak lumpur dan buah jadi busuk,” keluh seorang petani di Lubuk Tarok.(FA).