Dr.-Ing. Ilham Akbar Habibie, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), menyerukan kolaborasi insinyur untuk mendorong re-industrialisasi nasional. Dalam peringatan Hari Insinyur Sedunia 2025, beliau menegaskan pentingnya peningkatan jumlah dan kualitas insinyur sebagai kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia (Dok. PII).
Jakarta (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Indonesia turut memperingati Hari Insinyur Sedunia yang jatuh setiap tanggal 15 September. Peringatan ini menjadi momen reflektif sekaligus apresiatif terhadap kontribusi para insinyur dalam pembangunan nasional dan global, khususnya dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs).
Hari Insinyur Sedunia pertama kali digagas oleh World Federation of Engineering Organizations (WFEO) bersama UNESCO pada tahun 2020, sebagai bentuk penghargaan terhadap profesi teknik yang dinilai krusial dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, krisis energi, dan transformasi digital.
Di Indonesia, peringatan tahun ini diwarnai dengan berbagai kegiatan yang digelar oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII), mulai dari seminar nasional bertema “Teknik untuk Masa Depan Berkelanjutan”, hingga peluncuran program mentoring insinyur muda di kampus teknik terkemuka seperti ITB, ITS, dan UGM.
Ketua Umum PII, Dr.-Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA, IPU, menyampaikan bahwa insinyur Indonesia harus menjadi garda depan dalam mendorong re-industrialisasi nasional. “Untuk melakukan re-industrialisasi, dibutuhkan sangat banyak peran insinyur. Untuk itu, ke depan PII akan berupaya meningkatkan insinyur di Indonesia, secara jumlah dan kualitas,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dirilis bertepatan dengan Hari Insinyur Sedunia (15/9/2025).
Ia juga menekankan pentingnya transformasi organisasi agar PII dapat melayani anggota dan stakeholder lebih baik, lebih cepat, dan lebih mudah. “Insinyur bukan hanya soal hitungan dan struktur, tapi soal keberpihakan pada masa depan yang lebih baik. Kita harus hadir di setiap simpul pembangunan, dari desa hingga megaproyek,” tambahnya.
Peringatan ini menjadi ajakan bagi generasi muda untuk menekuni bidang teknik sebagai profesi masa depan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, insinyur dituntut tidak hanya menguasai ilmu, tapi juga memiliki etika, kepemimpinan, dan visi keberlanjutan.(DRJ).
Penulis. : DRJ
Editor. : Red minakonews
