Indeks

Ida Yulidina: Elegan, Tegas, dan Tetap Membumi di Tengah Sorotan

Ida Yulidina, istri Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, tampil sederhana dan bersahaja saat berada di dalam kendaraan pribadi. Sosoknya dikenal sebagai pendamping yang tangguh dan inspiratif di balik layar kebijakan ekonomi nasional (44d1n0/AI).

Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS.COM – Di balik kebijakan fiskal yang menentukan arah ekonomi Indonesia, ada figur tenang yang jarang tersorot kamera: *Ida Yulidina*, istri Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia bukan sekadar pendamping pejabat negara, Ida adalah cerminan keteguhan, kesederhanaan, dan kekuatan perempuan yang memilih berjalan di belakang layar, tapi tetap memberi pengaruh nyata.

Ida bukan orang baru di dunia publik. Tahun 1989, ia dikenal sebagai salah satu finalis dan pemenang ajang *Wajah Femina*, kompetisi modeling bergengsi yang melahirkan banyak ikon perempuan Indonesia. Namun, alih-alih mengejar gemerlap dunia hiburan, Ida memilih jalur yang lebih sunyi: mendampingi suami yang kala itu masih bergulat dengan studi ekonomi di Amerika Serikat.

Ia lahir di Jakarta pada tahun 1971 dan menempuh pendidikan hukum di Universitas Indonesia. Setelah lulus, Ida sempat bekerja di firma hukum swasta sebelum memutuskan fokus mendampingi Purbaya dalam karier akademik dan pemerintahan. Dalam satu forum internal, Purbaya mengaku nyaris menyerah saat kuliah, dan Ida-lah yang mendorongnya untuk bertahan. “Saya nyaris diceraikan karena terlalu ambisius,” ujar Purbaya sambil tertawa, mengenang masa-masa sulit itu.

Kini, saat Purbaya menjabat sebagai Menteri Keuangan, Ida tetap tampil sederhana. Ia jarang muncul di media, tapi selalu hadir dalam momen penting—pelantikan, kunjungan kerja, hingga forum kebijakan fiskal inklusif. Di balik layar, Ida dikenal sebagai sosok yang tegas namun lembut, sering memberi masukan pribadi kepada suaminya agar tetap berpijak pada realitas rakyat.

Ida juga aktif dalam kegiatan sosial, terutama yang menyangkut pemberdayaan perempuan dan pendidikan anak. Meski tidak membentuk yayasan atau organisasi resmi, ia kerap hadir di komunitas lokal sebagai pembicara informal, berbagi pengalaman tentang peran perempuan dalam mendukung kepemimpinan yang sehat.

Di tengah rumor dan sorotan politik, Ida tetap tenang. Isu soal “teror terhadap istri Menkeu” yang sempat beredar di media sosial terbukti tidak berdasar. Ia memilih diam, dan membiarkan integritasnya bicara.

Bagi banyak perempuan, Ida Yulidina adalah bukti bahwa kekuatan tidak selalu harus tampil di panggung. Kadang, ia hadir dalam bentuk dukungan, ketegasan, dan kesetiaan yang tak tergoyahkan.

Penulis: 44d1n0
Editor. : Red. Minakonews.com