Genangan di jantung IKN, drainase diuji, pembangunan tetap jalan.(Potret Digital: DV/AI).
Nusantara (Kaltim). MINAKONEWS.COM – Hujan deras sejak akhir November hingga awal Desember 2025 kembali menimbulkan genangan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 10 titik rawan banjir di wilayah proyek senilai Rp466 triliun ini, tersebar di Kecamatan Samboja, Muara Jawa, dan Sepaku.
Rujukan BNPB periode 2020–2024 menunjukkan titik-titik rawan tersebut berada di sejumlah desa dan kelurahan yang kini menjadi jantung pembangunan IKN. BMKG pada 2 Desember 2025 juga merilis prediksi potensi banjir untuk periode Desember, termasuk Kalimantan Timur, sehingga memperkuat kewaspadaan terhadap risiko genangan.
Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan tetap berjalan, namun dengan penyesuaian infrastruktur. Langkah yang ditempuh antara lain pemantauan intensif di titik rawan, penguatan sistem drainase, pembangunan tanggul di lokasi kritis, serta penerapan konsep kota hijau dan berkelanjutan agar tidak mengulang masalah Jakarta.
Kondisi banjir di IKN bukan hal baru. Pada Januari 2025 lalu, area Bandara VVIP IKN sempat terendam lumpur dan air hujan setelah diguyur hujan deras. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa risiko geografis Kalimantan Timur harus diantisipasi dengan pendekatan komprehensif.
Solidaritas pemerintah daerah sekitar juga ditunjukkan dengan desakan percepatan penguatan infrastruktur, terutama di area bandara dan kawasan pemukiman warga. Otorita IKN menyebut strategi resiliensi lingkungan menjadi kunci agar kota masa depan ini mampu bertahan dari bencana alam sekaligus menjaga reputasi sebagai simbol modernitas Indonesia.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
