Kapal Perang AS Melintas di Selat Malaka, Tiongkok Waspada Dilema Malaka

LDilema Malaka” Tiongkok — 80% impor energi melewati Selat Malaka, rawan jika jalur vital ini dikontrol kekuatan asing.(Infografis: Minakonews/AI).

Belawan, MINAKONEWS.COM — Kapal perang Amerika Serikat USS Miguel Keith (ESB-5) terdeteksi melintas di perairan timur Belawan, Selat Malaka, Sabtu (18/4/2026). TNI Angkatan Laut menegaskan pelintasan tersebut sah secara hukum internasional karena dilakukan di jalur pelayaran internasional dengan status Hak Lintas Transit sesuai UNCLOS 1982.

“Kapal asing, termasuk kapal perang, berhak melintas di selat yang digunakan untuk pelayaran internasional. Selat Malaka adalah jalur internasional, jadi kapal perang asing boleh melintas selama mematuhi aturan,” jelas Kadispen TNI AL Laksma Tunggul.

Meski tidak ada keberatan resmi dari Beijing, pelintasan kapal perang AS di jalur vital ini kembali menyoroti kekhawatiran jangka panjang Tiongkok yang dikenal sebagai “Dilema Malaka.” Sejak awal 2000-an, Tiongkok menilai ketergantungan besar mereka pada Selat Malaka — lebih dari 80% impor energi melewati jalur ini — sebagai kerentanan strategis. Kehadiran militer asing, khususnya AS, dianggap mempertegas potensi risiko jika jalur energi mereka terganggu.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta pemerintah menegaskan sikap netral dan bebas aktif agar tidak muncul persepsi bahwa Indonesia berpihak dalam dinamika militer global. “Indonesia harus memperkuat komunikasi diplomatik dengan negara-negara pengguna Selat Malaka untuk menjaga stabilitas kawasan,” ujarnya.

Indonesia berada di posisi strategis: menjaga keamanan jalur internasional bersama Malaysia dan Singapura, sekaligus menegaskan netralitas di tengah sensitivitas geopolitik antara AS dan Tiongkok.

Penulis: Dur Mandala Putra/Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *