Kantor PDAM Kota Padang di Sawahan, pusat kendali distribusi air bersih yang kini jadi sorotan publik di tengah krisis layanan. Simbol harapan sekaligus tantangan besar bagi pemulihan kebutuhan warga (Foto: d®amlis).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS. Menjelang Lebaran Idul Adha 1447 H/27 Mei 2026, krisis air bersih di Kota Padang masih belum teratasi. Warga di kecamatan Kuranji, Pauh, dan Koto Tangah tetap bergantung pada distribusi darurat dari BPBD dan Damkar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun persiapan kurban. Antrean panjang di titik distribusi menjadi rutinitas harian, sementara sebagian warga mencari alternatif dengan menumpang ke rumah kerabat atau memanfaatkan fasilitas masjid dan mushala.
PDAM Kota Padang melanjutkan program pemulihan dengan pembangunan IPA Taban 3 berkapasitas 200 liter/detik, reservoar baru berkapasitas 3.000 m³, serta jaringan distribusi utama sepanjang 19 km. Dukungan APBN sebesar Rp308 miliar difasilitasi DPR RI untuk mempercepat pembangunan SPAM dan pemulihan layanan.
Meski target pendapatan tahun ini ditetapkan Rp30 miliar, naik dari Rp22 miliar tahun sebelumnya, tantangan distribusi belum merata masih menjadi sorotan. Keluhan warga terkait tagihan yang tetap berjalan meski air tidak lancar menambah tekanan di tengah momentum Idul Adha.
Kondisi ini menegaskan bahwa perayaan Idul Adha di Padang tahun ini tetap dibayangi krisis air bersih. Upaya PDAM bersama pemerintah diharapkan segera mengembalikan layanan normal agar masyarakat tidak lagi bergantung pada distribusi darurat.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com


