Gubernur Sumbar Mahyeldi memimpin rapat pengembangan strategis Kepulauan Mentawai bersama jajaran OPD, TNI AL, dan asosiasi pariwisata di Istana Gubernuran, Padang.(Foto Dok. Humas).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS –
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan pengelolaan potensi wisata Kepulauan Mentawai harus dilakukan secara serius, terarah, dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan dalam rapat pengembangan strategis Mentawai di Istana Gubernuran, Selasa malam (12/05/2026), yang dihadiri jajaran OPD Pemprov Sumbar, unsur TNI AL, Balai Penataan Ruang Laut (BPRL) Padang, Loka Perikanan Budidaya Laut (LPBL) Pekanbaru, serta asosiasi pariwisata Mentawai.
Mahyeldi menyoroti pesatnya pertumbuhan resort di Mentawai yang mencapai 223 unit, hampir 90 persen di antaranya berbasis penanaman modal asing (PMA). Ia menekankan perlunya penertiban legalitas usaha, kepastian kewenangan izin pemanfaatan ruang laut, serta pengawasan ketat terhadap dampak lingkungan. “Pariwisata Mentawai harus tetap mengedepankan budaya lokal sebagai daya tarik utama, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Mentawai memiliki sekitar 400 titik surfing yang diyakini sebagai salah satu kawasan selancar terbanyak di dunia, serta hutan mangrove luas yang berpotensi dikembangkan menjadi wisata edukasi dan bahari berbasis lingkungan. Mahyeldi mendorong pembentukan tim lintas OPD untuk sinkronisasi data, audit lapangan, dan penertiban resort yang melanggar aturan. Ia juga mendukung penambahan panjang landasan pacu Bandara Mentawai agar akses wisatawan mancanegara semakin mudah.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Syefdinon, menambahkan strategi pengembangan sektor kelautan meliputi konservasi terumbu karang, kampung nelayan, program bioflok, serta integrasi kawasan mangrove sebagai potensi wisata masa depan. Ketua Asosiasi Resort Mentawai turut menegaskan perlunya audit dan penertiban investasi asing agar pariwisata Mentawai maju secara bermartabat dan taat hukum.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com


