Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah telah mengantongi nama-nama mafia besar di sektor baja, tekstil, rokok ilegal, cukai, dan pajak. Ia menegaskan bahwa penindakan akan segera dilakukan tanpa pandang bulu
(Infografik: Menkeu).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS.COM — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah telah mengantongi nama-nama mafia besar yang terlibat dalam praktik ilegal di sektor baja, tekstil, rokok ilegal, cukai, dan pajak. Ia menegaskan bahwa penindakan akan segera dilakukan secara besar-besaran tanpa pandang bulu.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam wawancara dengan media nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2025). Ia menyebut bahwa praktik under invoicing dan penyelundupan di sektor tekstil dan baja telah merugikan negara dalam jumlah besar. Selain itu, peredaran rokok tanpa cukai resmi dan manipulasi dokumen pajak juga menjadi fokus utama penindakan.
“Yang under invoicing, yang selama ini nyelundupin. Yang paling banyak tekstil, baja, segala macam. Sudah ada nama-namanya. Tinggal kita pilih saja siapa yang mau diproses,” ujar Purbaya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak akan ragu menindak siapa pun yang terlibat, termasuk jika ada bekingan besar di belakangnya. “Saya tidak peduli siapa di belakangnya. Kalau merugikan negara, harus ditindak,” tegasnya.
Warga dan pelaku usaha menyambut baik langkah ini. Menurut Dedi (39), pengusaha tekstil di Jakarta, penindakan terhadap mafia impor dan cukai akan menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan kompetitif. “Kami yang taat aturan sering kalah bersaing dengan barang ilegal. Kalau pemerintah serius, ini kabar baik,” ujarnya.
Kementerian Keuangan juga melakukan bersih-bersih internal, terutama di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada aparat yang terlibat atau melindungi praktik ilegal tersebut.
Pengamat fiskal menilai bahwa pernyataan Menkeu Purbaya merupakan sinyal kuat bahwa pemerintah serius memberantas mafia ekonomi. Namun, publik menanti realisasi konkret berupa penangkapan dan proses hukum yang transparan, bukan sekadar pernyataan simbolik.
Penulis: DRJ/Menkeu
Editor. : Red. Minakonews.com
