Mentan Copot Pejabat Laporkan Palsu Jumlah Bibit Kelapa

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto Dok. Kementan).

Jakarta (Indonesia). MINAKONEWS –
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot dua pejabat Kementerian Pertanian setelah kedapatan memberikan laporan palsu terkait jumlah bibit kelapa dan kelalaian pelaksanaan program pembibitan. Langkah tegas ini dilakukan usai Amran turun langsung ke lapangan dan menemukan data yang tidak sesuai dengan laporan resmi.

Dalam kunjungan ke Sulawesi Tenggara, seorang pejabat melaporkan terdapat 40.000 bibit kelapa, namun hasil pengecekan Amran menunjukkan jumlah jauh lebih sedikit. “Dia sebut ini 40 ribu, aku hitung, salah. Saya bilang kamu mulai besok jangan menjabat,” tegas Amran. Kasus serupa juga ditemukan di Jawa Barat, di mana seorang pejabat tidak menjalankan tugas pembibitan yang sudah ditetapkan sejak setahun lalu. Amran langsung mencopot pejabat tersebut di lokasi. Ia menekankan bahwa setiap batang bibit kelapa adalah tanggung jawab moral dan finansial karena menggunakan uang rakyat.

Program peremajaan komoditas perkebunan yang sedang dijalankan Kementerian Pertanian mencakup 870.890 hektar lahan di seluruh Indonesia dengan anggaran sekitar Rp9,95 triliun untuk tiga tahun. Dana tersebut disalurkan langsung kepada petani untuk mendukung peremajaan komoditas strategis seperti kelapa dalam, kakao, lada, mete, gambir, dan tebu. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus kesejahteraan petani melalui bibit unggul dan tata kelola yang transparan.

Amran menegaskan bahwa integritas dan akurasi data adalah hal mutlak dalam setiap program pertanian. Ia mengingatkan bahwa kesalahan sekecil apa pun dalam pelaporan bibit merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik. “Satu batang kelapa itu akan ditanya di akhirat nanti kalau salah. Ini uang rakyat semua,” ujarnya. Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa Kementerian Pertanian akan memperketat pengawasan terhadap proyek peremajaan komoditas perkebunan di seluruh Indonesia.

Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *