Tumpukan besi beton dan karung semen di proyek pembangunan jalan layang Jakarta,(Potret Digital: Miankonews/AI).
Jakarta. MINAKONEWS – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo mengingatkan adanya potensi kenaikan harga material konstruksi, terutama besi dan semen, akibat memanasnya konflik global. Ketegangan geopolitik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran dinilai berimbas pada rantai pasok internasional sehingga berisiko menekan biaya pembangunan di Indonesia.
Dody menegaskan bahwa harga saat ini memang masih relatif stabil, namun tren kenaikan diperkirakan akan segera terjadi. “Kalau harga besi dan semen naik signifikan, kami akan melakukan eskalasi kontrak agar proyek tetap berjalan,” ujarnya, baru-baru ini.
Data pasar menunjukkan harga besi beton polos ukuran 12 meter kini berada di kisaran Rp95.000 per batang, naik sekitar 8 persen dibanding bulan lalu. Sementara besi beton ulir mencapai Rp140.000 per batang, meningkat 10 persen. Untuk semen Portland (PC) ukuran 40 kg, harga rata-rata Rp62.000 per zak, naik 5 persen, sedangkan ukuran 50 kg berada di kisaran Rp78.000 per zak, naik 6 persen.
Kementerian PUPR menyiapkan langkah mitigasi berupa eskalasi kontrak proyek, pemantauan harga dan distribusi material secara lebih ketat, serta koordinasi dengan industri semen dan baja dalam negeri. Pemerintah daerah juga diminta mempercepat realisasi proyek agar tidak terkena dampak lonjakan harga di kemudian hari.
Kenaikan harga material konstruksi ini diperkirakan akan berdampak langsung pada sektor pembangunan, mulai dari proyek pemerintah hingga perumahan rakyat. Dengan langkah antisipatif tersebut, Kementerian PUPR berharap Proyek Strategis Nasional (PSN) tetap berlanjut meski tekanan biaya produksi semakin besar akibat dinamika global.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com


