Indeks

Museum Sastra Indonesia Jadi Sorotan, Tuti Alawiyah Diwawancarai di Tengah Padusi Baca Puisi

Tuti Alawiyah.(Foto : FA).

Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Keberadaan Museum Sastra Indonesia di Aia Angek, Kabupaten Tanah Datar, menjadi sorotan utama dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80. Di tengah acara, Puisi Merah Putih : Padusi Baca Puisi, yang digelar Himpunan Media Sumbar (Hamas), Tuti Alawiyah tokoh budaya yang menyempatkan diri untuk diwawancarai secara khusus mengenai museum yang baru diresmikan itu, baru-baru ini..

Museum Sastra Indonesia bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tapi juga ruang hidup yang menghubungkan generasi dengan warisan sastra bangsa,” ujar Tuti saat ditemui di sela-sela acara.

Museum yang berdampingan dengan Rumah Puisi Taufiq Ismail ini menyimpan koleksi mesin tik, lukisan wajah sastrawan, arsip karya sastra, dan benda pribadi milik tokoh-tokoh sastra Indonesia. Menurut Tuti, museum ini menjadi simbol penting bahwa sastra Indonesia memiliki tempat yang layak untuk dikenang dan dipelajari.

Kita ingin anak-anak muda tahu bahwa puisi dan sastra adalah bagian dari jati diri bangsa. Museum ini menjembatani masa lalu dan masa depan,” tambahnya.

Acara “Padusi Baca Puisi” sendiri berlangsung meriah dengan penampilan para perempuan Minangkabau dari berbagai latar belakang yang membacakan puisi bertema perjuangan dan kebangsaan. Dalam sambutannya di panggung utama, Tuti menekankan bahwa puisi di Sumatera Barat bukan hanya seni tutur, tetapi juga cermin kearifan lokal yang mendidik dan memperkuat nilai-nilai moral.

Padusi tampil gagah dan gemilang, menjaga tegaknya Sang Merah Putih,” ucap Tuti dalam pantun penutup yang menggugah semangat hadirin.

Acara ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat kebudayaan di tengah arus globalisasi. Dengan hadirnya Museum Sastra Indonesia, semangat itu kini memiliki rumah yang nyata — tempat puisi, sejarah, dan identitas bangsa bertemu dalam satu napas.(FA).

Penulis. : FA

Editor. : Red minakonews