Padang ditunjuk sebagai pilot project Digitalisasi Bansos. Program ini menargetkan peluncuran Oktober 2026 dengan dukungan data kependudukan 99,16% perekaman KTP dan aktivasi IKD lebih dari 34% tertinggi di Sumbar.(Foto Dok. Humas).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS –
Kota Padang resmi ditunjuk sebagai daerah percontohan (pilot project) program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Penunjukan ini menandai langkah strategis pemerintah pusat dalam memperkuat akurasi, efisiensi, dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial di Indonesia.
Program digitalisasi bansos di Padang dirancang untuk mengatasi persoalan klasik ketidaktepatan data penerima. Selama ini, banyak kasus masyarakat yang tercatat miskin secara administrasi padahal tidak, sementara yang benar‑benar membutuhkan justru tidak masuk dalam daftar. Melalui sistem digital, penyaluran bantuan diharapkan lebih tepat sasaran dan transparan.
Kesiapan Kota Padang menjadi pilot project didukung oleh capaian data kependudukan yang tinggi. Dari sekitar 961 ribu wajib KTP, sebanyak 99,16 persen telah melakukan perekaman. Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) juga telah melampaui 34 persen, tertinggi di Sumbar.
Tahapan persiapan meliputi pelatihan agen, sosialisasi intensif kepada masyarakat, serta penguatan infrastruktur dan tim teknis. Target peluncuran program dijadwalkan pada Oktober 2026 setelah seluruh persiapan rampung.
Digitalisasi bansos diharapkan tidak hanya memperbaiki sistem penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi model transformasi layanan publik berbasis data yang lebih akurat dan berkeadilan.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com


