Pemotongan tumpeng menandai peringatan 70 tahun Universitas Andalas dan 70 tahun Penyair ASEAN Syarifuddin Arifin dalam acara Parade Puisi “Unand Berpuisi” di Convention Hall Unand, Selasa, 2/6/2026 (Foto Dok. Ist.).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS – Universitas Andalas (Unand) menggelar parade puisi bertajuk Unand Berpuisi dalam rangka Yudisium ke-70 sekaligus memperingati 70 tahun Penyair ASEAN Syarifuddin Arifin. Acara berlangsung di Convention Hall Unand, Selasa (2/6/2026), dan menjadi sorotan karena menghadirkan orasi budaya yang menyinggung isu teknologi mutakhir dalam dunia sastra.
Komisaris Utama ILCS Digital Pelindo Solution sekaligus sastrawan, Riri Satria, menyampaikan orasi budaya berjudul “Deepfake AI dan Disrupsi Dunia Kepenulisan, Kepenyairan, dan Kebudayaan”. Orasi ini bernuansa ilmiah karena mengulas dampak kecerdasan buatan terhadap proses kreatif, otentisitas karya, dan masa depan kebudayaan. Riri menekankan bahwa teknologi deepfake dapat mengaburkan batas antara karya asli dan rekayasa digital, sehingga menuntut dunia sastra dan akademik untuk merumuskan etika baru dalam kepenulisan.
Selain parade puisi yang dibawakan oleh penyair lintas generasi, acara juga ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemberian penghargaan kepada Syarifuddin Arifin atas dedikasinya di dunia sastra ASEAN. Testimoni dari Prof. Indra Yuda (Guru Besar FBS UNP) menegaskan pentingnya kiprah Syarifuddin sebagai inspirasi bagi generasi muda.
Turut hadir Sekretaris Universitas Andalas Dr. Aidinil Zetra, MA., Pamong Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Ketua Prodi Sastra dan Budaya FIB Unand, Koordinator HAMAS Isa Kurniawan, serta budayawan dan sastrawan se-Sumbar. Kehadiran tokoh akademik dan budaya ini memperkuat makna acara sebagai ruang refleksi ilmiah sekaligus apresiasi seni.
Momentum ini menegaskan peran Unand sebagai pusat kebudayaan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga aktif merespons tantangan era digital. Parade puisi dan orasi budaya menjadi simbol kebersamaan sekaligus refleksi atas disrupsi teknologi yang kian memengaruhi dunia kepenyairan dan kebudayaan.
Penulis: Halimah Tusa’diah
Editor. : Red. Minakonews.com


