Aceh kirim surat ke PBB, pusat sibuk dengan retorika.(Ilustrasi: WD/AI).
Banda Aceh (Aceh). MINAKONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Aceh resmi menyurati dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF), untuk meminta dukungan pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah.
Surat tersebut dikirim pada 14 Desember 2025. Pemprov Aceh menilai pengalaman kedua lembaga internasional saat membantu pemulihan pascatsunami 2004 menjadi alasan kuat untuk kembali melibatkan mereka. “Kami berharap dukungan PBB dapat mempercepat pemulihan masyarakat terdampak, tidak hanya pada tahap darurat tetapi juga pembangunan berkelanjutan,” ujar Gubernur Muzakir Manaf.
UNDP dan UNICEF telah mengonfirmasi penerimaan surat tersebut dan menyatakan akan meninjau bentuk dukungan yang bisa diberikan. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku belum mengetahui detail permintaan bantuan tersebut dan menyebut masih perlu mempelajari langkah Pemprov Aceh.
Di lapangan, kondisi masyarakat masih memprihatinkan. Sejumlah daerah terisolasi, rumah warga hancur, dan kebutuhan dasar seperti gas elpiji mulai langka. Narasi yang berkembang di masyarakat menilai pemerintah pusat hanya memberi retorika tanpa aksi nyata, sehingga Pemprov Aceh memilih jalur langsung ke lembaga internasional.
Penulis: Wangkadon Dwitya
Editor. : Red. Minakonews.com
