Percepatan Pelabuhan Teluk Tapang Jadi Agenda Strategis Nasional

Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama Wakil Bupati M. Ihpan mendampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Kementerian PPN/Bappenas, (Foto Dok. Diskominfo).

Jakarta (Sumbar). MINAKONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali membahas percepatan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang dalam rapat koordinasi di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kamis (16/4/2026).

Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama Wakil Bupati M. Ihpan mendampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam pertemuan yang dipimpin Menteri PPN Rachmat Pambudy. Agenda ini menindaklanjuti rapat sehari sebelumnya dengan Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, di Kantor BP BUMN, Jakarta Pusat.

Rapat di Bappenas difokuskan pada penguatan investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung pelabuhan yang diproyeksikan menjadi pusat distribusi logistik dan hilirisasi komoditas unggulan di pesisir barat Sumatera. Menteri PPN menegaskan percepatan infrastruktur strategis di Sumbar penting untuk membuka pertumbuhan ekonomi baru, terutama melalui hilirisasi industri dan energi.

Gubernur Mahyeldi menambahkan rencana strategis lain, termasuk pengoperasian kembali tambang batu bara di Sawahlunto serta percepatan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang. Menurutnya, kawasan pelabuhan seluas sekitar 20.000 hektare memiliki potensi besar sebagai pusat transit komoditas unggulan, khususnya crude palm oil (CPO), mengingat Pasaman Barat adalah daerah perkebunan kelapa sawit terbesar di Sumbar dan berbatasan langsung dengan Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Bupati Yulianto menegaskan komitmen Pemkab Pasaman Barat untuk mendukung penuh pembangunan pelabuhan tersebut. “Pelabuhan Teluk Tapang diharapkan menjadi pintu gerbang ekspor komoditas unggulan Pasaman Barat dan wilayah utara Sumatera Barat, sekaligus penyangga Pelabuhan Teluk Bayur di Kota Padang serta membuka peluang investasi baru di pesisir barat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan jalan pesisir barat menuju Pasaman Barat menjadi kebutuhan mendesak untuk memperlancar distribusi logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *