Indeks

Pidato Prabowo: Framing Politik, Solusi Masih Ditunggu

Pidato berulang, janji besar rakyat menunggu bukti nyata (Ilustrasi: Minakonews/AI).

Jakarta. MINAKONEWS – Indonesia menilai pola pidato Presiden Prabowo Subianto yang berulang bukan sekadar gaya komunikasi, melainkan strategi framing politik. Kata “rakyat” disebut muncul lebih dari enam ratus kali, “MBG” (makan bergizi) lebih dari seratus kali, serta “kemiskinan” dan “kekuatan asing” puluhan kali dalam berbagai pidato resmi.

Kompas dan Tempo menyoroti gaya komunikasi Prabowo yang tegas dan lugas, dengan fokus pada isu kemiskinan dan kemandirian pangan. Tempo menilai pidato cenderung deskriptif tanpa kritik terbuka, sementara Kompas menekankan otoritas keras terhadap kabinet dan optimisme rakyat.

Riset akademik Triwikrama Jurnal Ilmu Sosial mencatat Prabowo mengandalkan retorika ethos—menekankan kredibilitas militer dan ketegasan—dibandingkan lawan politik yang lebih menekankan pathos. Hal ini menunjukkan konsistensi gaya pidato dalam membangun citra kepemimpinan.

Media internasional seperti AFP dan The Times of Israel menyoroti pidato Prabowo di PBB yang menawarkan 20.000 pasukan perdamaian ke Gaza. AFP menekankan komitmen Indonesia pada aksi nyata, sementara The Times of Israel menyoroti pernyataan Prabowo menghormati hak Israel untuk hidup aman.

Sejumlah pengamat menilai pola repetisi ini efektif membangun narasi emosional dan konsolidasi politik, namun bisa menyederhanakan masalah moneter dan sosial yang kompleks. Tantangannya adalah memastikan retorika besar itu diikuti langkah kebijakan yang terukur.

Penulis: Wangkadon Dwitya/Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com

Exit mobile version