Indeks

Presiden Prabowo Tegas Larang Wisata Bencana, Minta Pejabat Fokus Solusi

Presiden Prabowo tiba untuk kunjungan kerja, menegaskan larangan wisata bencana dan pentingnya aksi nyata (Potret Digital: Setpres).

Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan arahan tegas dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025), agar kunjungan pejabat ke daerah terdampak bencana tidak menjadi ajang pencitraan atau “wisata bencana”, melainkan harus disertai tindakan nyata dan solusi konkret.

Presiden menekankan bahwa setiap kunjungan ke lokasi bencana harus mengusung prinsip “melihat dan bertindak”. Ia menyentil budaya pejabat yang hanya datang untuk berfoto atau sekadar menunjukkan kehadiran tanpa kontribusi langsung terhadap pemulihan. “Kalau datang, benar-benar harus ada tujuan untuk membantu mengatasi masalah,” tegas Prabowo.

Arahan ini muncul sebagai respons atas sorotan publik terhadap sejumlah pejabat yang dinilai melakukan politisasi bencana di Sumatra. Dalam beberapa kasus, kunjungan ke lokasi terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar dinilai lebih bersifat seremoni daripada aksi nyata.

Presiden juga menolak usulan status bencana nasional untuk banjir Sumatra, dengan alasan penanganan masih dapat dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah. Ia menegaskan bahwa soliditas antarinstansi harus diperkuat, dan pemantauan pemulihan akan dilakukan secara rutin minimal sekali seminggu.

Statistik Bencana Sumatra (Desember 2025)
– Korban meninggal: 1.059 jiwa
– Korban hilang: 192 orang
– Korban luka-luka: lebih dari 5.000 jiwa
– Pengungsi: sekitar 35.000 jiwa di Aceh, Sumut, dan Sumbar
– Kerusakan infrastruktur: ratusan jembatan dan jalan putus, puluhan sekolah serta fasilitas kesehatan rusak berat
– Data khusus Sumbar: 226–228 korban jiwa, 98 orang hilang, ribuan luka-luka

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemulihan tidak cukup dengan bantuan logistik, tetapi harus menyentuh aspek rekonstruksi, trauma healing, dan penguatan sistem mitigasi. Ia meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk bekerja sebagai satu tim, bukan sekadar hadir di lokasi.

Penulis: Wangkadon Dwitya/Dur Mandala
Editor. : Red. Minakonews.com