Presiden Prabowo Subianto menyalami Nanik S. Deyang.(Foto Dok. Setpres).
Jakarta (DKI). MINAKONEWS –
Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto memunculkan beragam tanggapan di kalangan publik. Keputusan ini diambil setelah pencopotan Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat posisi tersebut dan kini menghadapi proses hukum terkait dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pihak yang mendukung menilai langkah Presiden sebagai bentuk ketegasan sekaligus menjaga keberlanjutan program strategis nasional. Nanik dianggap memiliki rekam jejak panjang dalam bidang komunikasi publik dan kebijakan sosial, sehingga diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta transparansi pelaksanaan MBG. Kehadirannya dipandang sebagai upaya memulihkan kepercayaan publik dan memastikan program gizi nasional tetap berjalan efektif.
Namun, kritik juga muncul dari sejumlah pengamat dan oposisi. Mereka menyoroti kapasitas teknis Nanik yang bukan berasal dari latar belakang gizi atau kesehatan masyarakat. Penunjukan ini dinilai berpotensi menimbulkan politisasi jabatan dan menimbulkan keraguan terhadap kredibilitas BGN. Publik menuntut agar lembaga tetap berorientasi pada data ilmiah dan kebijakan berbasis bukti, bukan sekadar komunikasi politik.
Dengan demikian, penunjukan Nanik S. Deyang menandai fase baru dalam pelaksanaan program MBG. Pemerintah menegaskan fokus utama tetap pada peningkatan kualitas gizi anak bangsa, sementara Nanik ditantang untuk membuktikan kepemimpinannya mampu menjembatani dunia kebijakan dan komunikasi publik dalam satu arah yang produktif.
Penulis: Halimah Tusa’diah/Wangkadon Dwitya
Editor. : Red. Minakonews.com


