Puncak Garunun Payo Bersolek, Kota Solok Bidik Wisatawan Lewat Paralayang dan Keindahan Alam

Kota Solok (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Menikmati panorama Kota Solok dari ketinggian, memandang hamparan persawahan dan pegunungan hijau, hingga menyaksikan keindahan Danau Singkarak dari udara. Sensasi tersebut menjadi daya tarik yang ditawarkan Puncak Garunun Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok.

Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan dengan luas kurang lebih 1.000 meter persegi itu kini tengah dipersiapkan Pemerintah Kota Solok menjadi salah satu destinasi wisata unggulan daerah.

Bukan sekadar menawarkan keindahan alam, Puncak Garunun Payo juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata minat khusus aerosport, khususnya olahraga paralayang.

Potensi tersebut semakin terbuka setelah kawasan Puncak Garunun Payo ditetapkan sebagai salah satu lokasi potensial untuk take off paralayang dan telah mendapat peninjauan dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Infrastruktur Mulai Dibenahi
Melihat besarnya potensi tersebut, Pemerintah Kota Solok mulai melakukan pengembangan kawasan melalui dukungan Dana Transfer ke Daerah (TKD).

Pengembangan difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung

Salah satu pekerjaan penting adalah pembangunan dinding penahan tebing dan penataan area take off paralayang. Infrastruktur ini diarahkan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan mitigasi terhadap potensi tanah turun maupun longsor di kawasan take off.

Selain infrastruktur keselamatan, Pemerintah Kota Solok juga menyiapkan fasilitas pendukung wisata, antara lain mushala dan coffee shop.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan membuat wisatawan semakin nyaman menikmati kawasan Puncak Garunun Payo, baik untuk sekadar menikmati panorama, bersantai maupun menyaksikan aktivitas olahraga paralayang.

Pengembangan kawasan ini juga diharapkan mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Kota Solok.

Pemerintah Kota Solok menegaskan, pembangunan Puncak Garunun Payo tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik.

Lebih jauh, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi ruang tumbuh ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Meningkatnya kunjungan wisatawan berpotensi menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.

Peluang usaha dapat berkembang melalui kuliner, penjualan souvenir dan produk lokal, jasa pemandu wisata, hingga berbagai layanan pendukung aktivitas wisata.

Dengan demikian, geliat pariwisata di Puncak Garunun Payo diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman bagi wisatawan, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat sekitar.

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menyampaikan Puncak Garunun Payo merupakan lokasi lepas landas (take off) olahraga paralayang yang akan menjadi salah satu venue cabang olahraga aerosport pada Porprov XVI Sumbar. Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026, dengan Kota Solok menjadi salah satu daerah tuan rumah sekaligus acara pembukaan.

Untuk  pengembangan Puncak Garunun Payo menjadi salah satu langkah awal Pemerintah Kota Solok untuk menjadikan Puncak Bidadari sebagai destinasi wisata andalan daerah.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi alam yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi magnet wisata Kota Solok.
“Puncak Garunun memiliki keindahan alam yang memukau dan letak yang strategis. Kami berobsesi menjadikannya sebagai destinasi unggulan Kota Solok.

Pengembangannya akan dirancang tidak hanya untuk tujuan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek ekologi, sosial, dan budaya lokal,” ujar Ramadhani.

Wali Kota menekankan, pembangunan kawasan wisata harus dilakukan dengan pendekatan yang berkelanjutan. Infrastruktur memang penting, namun keberadaan lingkungan serta masyarakat lokal juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan destinasi.

“Pembangunan wisata harus berwawasan lingkungan dan berakar pada budaya lokal. Lebih penting lagi, masyarakat sekitar harus dilibatkan sebagai pelaku utama, agar mereka ikut merasakan manfaat langsung dari sektor pariwisata ini,” tambahnya.

Dari Puncak Garunun Menuju Destinasi Unggulan

Dengan panorama alam yang menjadi kekuatan utama, potensi olahraga paralayang serta pembangunan berbagai fasilitas pendukung, Puncak Garunun Payo memiliki ruang yang cukup besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan.

Konsep pengembangan yang menggabungkan wisata alam, aerosport, UMKM dan pemberdayaan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun daya tarik baru pariwisata Kota Solok.

Pemerintah Kota Solok pun mendorong agar pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap, terukur dantetap memperhatikan aspek lingkungan serta karakter sosial budaya masyarakat setempat.

Jika pengembangan tersebut berjalan secara berkelanjutan, Puncak Bidadari atau Puncak Garunun Payo bukan tidak mungkin akan menjadi salah satu ikon baru wisata alam dan aerosport di Sumatera Barat.

Dari puncak ketinggian, panorama Kota Solok terbentang. Dari potensi wisata, peluang ekonomi masyarakat pun terbuka.

Puncak Garunun Payo—dari sebuah kawasan di ketinggian, menuju destinasi wisata yang diharapkan mampu mengangkat nama Kota Solok untuk menjadi salah satu daerah Tujuan Wisata. (Eli)
Penulis : Eli
Editor          : Redminakonews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *