Ratusan Warga Palupuh Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis, Program MBG Dihentikan Sementara

Peringatan darurat kesehatan di Palupuh, Agam — ratusan warga diduga keracunan makanan program MBG, dapur penyedia ditutup sementara untuk investigasi.(Ilustrasi: Miankonews/AI).

AGAM (Sumbar). MINAKONEWS – Ratusan pelajar, ibu hamil, dan ibu menyusui di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, mendadak mengalami gejala muntah, mencret, dan pusing setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Rabu (2/9/2026) siang, Puskesmas Palupuh penuh sesak oleh pasien yang dirujuk dari berbagai nagari.

Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, S.Pd., menyebut lebih dari seratus warganya terdampak sejak Selasa malam. Bidan desa kewalahan melayani pasien sehingga sebagian harus dirujuk ke Puskesmas Palupuh dan RSUD Ahmad Mochtar Bukittinggi.

“Saya menduga kuat ini akibat makanan MBG. Dan saya tegaskan mulai hari ini hentikan sementara program MBG di Nagari Koto Rantang hingga ada kejelasan dari BPOM,” tegas Novri Agus Parta.

Data sementara mencatat korban berasal dari tiga nagari, yakni Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang. Gejala yang dialami mayoritas berupa mual, muntah, pusing, demam, dan diare.

Pemerintah Kabupaten Agam bersama Dinas Kesehatan dan DKPP telah mengambil sampel makanan serta feses korban untuk pemeriksaan laboratorium. Gubernur Sumbar Mahyeldi memerintahkan penutupan sementara dapur penyedia MBG di Palupuh guna memudahkan investigasi.

Sekda Agam M. Lutfi menegaskan penyebab pasti masih diselidiki, namun indikasi awal mengarah pada menu MBG yang mengandung telur puyuh. Pemerintah daerah menyiapkan tim medis lapangan dan koordinasi lintas instansi untuk memastikan seluruh korban tertangani.

Kasus ini menjadi kejadian keracunan massal terbesar di Sumbar tahun 2026 terkait program MBG. Pemerintah provinsi dan kabupaten menegaskan akan mengevaluasi sistem distribusi dan pengawasan dapur MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

Penulis: d®amlis/Dur Mandala Putra
Editor.        : Red. Minakonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *