Rupiah melemah, tapi logika politik tetap tegak di desa, dolar hanya bahan candaan (Satire: Minakonews/AI).
Nganjuk (Jatim). MINAKONEWS – Presiden Prabowo Subianto menanggapi pelemahan Rupiah yang sempat menyentuh Rp17.600 per dolar AS dengan menekankan bahwa masyarakat desa tidak bergantung pada mata uang asing. Hal itu disampaikan saat peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Prabowo menilai sebagian pihak terlalu berlebihan membaca kondisi ekonomi. Ia menegaskan bahwa stabilitas pangan dan energi menjadi indikator utama ketahanan nasional. “Rakyat di desa tidak pakai dolar. Ekonomi kita masih stabil,” ujarnya.
Meski demikian, pelemahan Rupiah tetap berdampak pada harga barang impor, pupuk, dan energi. Pengamat menilai pernyataan Prabowo menenangkan publik akar rumput, tetapi perlu diimbangi dengan penjelasan lebih luas agar masyarakat memahami kaitan kurs dengan kebutuhan sehari‑hari.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan politik luar negeri Indonesia yang tetap bebas aktif, menjaga hubungan baik dengan negara tetangga, serta fokus pada penguatan ekonomi domestik.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
