Masjid Nabawi
Oleh: Sts.Dt.Rajo Indo, S.H., M.H
Terimakasih Pak Kapolres atas pengabdiannya selama di Kampung kami. Semoga lebih sukses ditempat yang lain. Masjid Nabawi merupakan Masjid utama bagi umat islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan masjid Al-Agsa di Yerusalem.
Masjid itu dibangun oleh Rasulullah SAW dalam perjalanan hijrahnya dari kota Mekkah ke kota Madinah. Masjid yang persis sebagaimana Masjid Nabawi itu kini dibangun Dr.Nur Ichsan dan ini lah satu-satunya Kapolres yang membangun Masjid di Pusat Alam Minangkabau.
Rasulullah membangun Masjid Nabawi pada bulan Rabiul Awal. Kapolres Tanah Datar Dr.Nur Ichsan D.S.,S.H.,S.I.K.,M.I.K mulai bertugas di Tanah Datar 8 April tahun 2025. Kurang lebih 65 hari kemudian langsung membangunnya tepat tanggal 11 Juni 2025 dengan ukuran 14 X 14, 5 meter.
Masjid ini jauh berbeda dengan Masjid lainnya yang ada di Minangkabau. Itulah kenang-kenangan bagi umat islam dari orang Jawa yang harus dimamfa’atkan dan dijaga dengan sebaik-baiknya.
Kalau pembangunan Masjid ini tidak lepas dari informasi yang diperoleh didaerah ini atas kemajuan LGBT meningkat tajam. Apa lagi semenjak warung-warung joget berkeliaran hingga sudah terdapat 181 kejadian. Bahwa perbuatan yang melanggar anak muda itu memang betul-be tul kontradiksi dengan falsafah kehidupan adat basondi syarak.
Hal itu juga tidak tertutup karena sebutan adat basondi syarak dimasyarakatkan menjadi adat basandi syarak. Justru karena didapat dari salah dengar. Maklum saja pendengaran telinga.
Apalagi mendengar sandi itu adalah sebutan yang gampang diucapkan, namun lupa bahwa sandi itu sebutan untuk kumpulan dari bahasa rahasia. Tulisan dari bahasa rahasia itu tidak banyak orang yang ta hu. Maupun bunyi sebutan dari bahasa rahasia itu.
Sehubungan dengan itu disetiap kantor Bupati, kantor Wali Kota, kantor Gubernur ada ruangan santel (sandi telekomunikasi) pada ruangan santel itu hanya hitung an jari, namun semua yang ahli bahasa sandi secara spontan boleh langsung bi cara dengan kepala daerah.
Bahwa sesungguhnya “Sandi” itu adalah kode rahasia untuk mengirim pesan. Yang tahu isinya hanya pengirim dan penerimanya saja. Oleh sebab itu sandi adalah sebagai alat komunikasi rahasia.
Hal itu bersifat khusus dalam suatu kegi atan seperti Pramuka sebagai kunci penga manan. Sandi itu ada yang bernama sandi kotak, sandi rumput dan sandi semaphore. Dengan demikian jelaslah bahwa Sandi itu adalah nama dari kumpulan bahasa rahasia. Malah ada yang bernama Morse kata Kapolres Dr.Nur Ichsan tersebut.
Yang kesemuanya bersifat rahasia. Pada tingkat negara kita kenal lembaga sandi negara yang populer dengan nama Lemsagi. Sesungguhnya memang tidak banyak orang yang pandai membaca bahasa rahasia itu. Tidak obahnya ada Password pada Laptop, jika tidak tahu Passwordnya tidak akan bisa melihat isi dari Laptop yg diingin kan.
Namun sampai kini masih ada orang me nyebut “Adat Basandi Syarak – Syarak Ba sandi kitabulloh”. Yang dulunya hanya karena dapat oleh karena pendengaran telinga saja. Sementara menyebutnyapun gam pang dengan Sandi dari menyebut Sondi.
Dari Pandai Sikek ka Koto Tangan, Cubadak ditanam rang Balubuih. Kalau hanyo dapek dek mandanga,
Tidak di dalam dihalusi.
Bahwa kenyataannya bagi yang sudah melihat orang batagak rumah adat. Yakni ketika tukang kepala tukang azan di tong gak tuo serta mengoyang tonggak itu jika firasatnya menyatakan aman. Tukang Tuo itu bersuara Sondi-sondi katanya. Artinya sondilah atau masukan lah batu kecil yang pipie kebawah tiang.
Batu kecil yang tipis itu dimasukan ke bawah tiang itu membuat tagak tonggak atau tiang itu semakin kokoh dibuatnya. Sondi yang datangnya belakangan namun sifatnya menguatkan. Karena itu lahir uca pan adat sbb;
Kuwek rumah karano sondi. Sondi rusak rumah binaso. Kuwek bangso karano budi indak babudi badan binaso.
Adat Minangkabau yang ada semenjak 2600 SM. Kurang lebih 1500 th masehi yg lalu datang ajaran Islam menguatkannya. Kata adat Panghulu Adat itu pemimpin orangnya leki saja. Kata Islam sebagaima na dijelaskan surat An Nisa ayat 34. Laki-laki itu pemimpin bagi wanita dan nabi tidak ada yang perempuan.
Di dalam Masjid Nabawi dizaman Rasu lullah SAW tidak mihrab. Kecuali th 91 Hijriyah Umar bin Abdul Aziz pertama kali melakukan shalat disini didalam sebuah bentuk mihrab.
Awalnya Nabi berkhutbah diatas pohon kurma kemudian para sahabat membuat kan mimbar. Karena Keutamaan dari Masji Nabawi 1.Dianjurkan ke-Masjid Nabawi ter lebih dahulu bagi musafir yang pulang be pergian. 2.Masjidnya didasarkan atas da sar taqwa. 3.Pahala shalat dilipat ganda kan. 4.Tidak boleh meninggikan suara, 5.
Tiang-tiang mimbar menjadi tonggak da lam Surga.
Kubah hijau ini pertama sekali dibangun pada 1279 Maseh, terakhir direnovasi dan dicatat dengan warna hijau pada 1847 M. Pada th 1477 Masjid Nabawi terbakar din ding kamar dan dinding segi lima yang me ngelilingi mengalami retak dan harus di runtuhakan untuk rekonstruksi.
Kamar yg agung itu baru dapat dilihat dan terbuka untuk dimasuki kembali 23 januari 1477. Doa’ a yang mustajab me rupakan hal rutin dan wajib dilakukan. Tu juannya agar apa yang diinginkan dan di harapkan dapat dikabulkan oleh Alloh SWT.
Akan tetapi, do’a itu tidak serta merta langsung dikabulkan karena berbagai pertimbangan yg ada tentunya tidak satu pun manusia mengerti alasannya. Walau pun berbagai doa dilantunkan. Namun nyaris tidak membawa hasil. Bahkan yg lebih tragis nikmat yg kita harapkan malah laknat yg datang. Kendatipun yg layak ada lah, rezeki yg melimpah, isteri yg cantik, kendaraan mewah agar berpihak pada kita malah menjauh. Hal itu bisa saja karena meminta tidak sepenuh hati atau keingi nan yg ada tidak sebanding dengan usaha yang dilakukan.
Malah yg sudah ada saja tidak pernah di syukuri. Hal ini boleh dikatakan tidak tahu berterimakasih. Disamping itu yg pantas dimiliki malu. Mungkin tidak diberi harta lebih. Tapi masih diberi akal, tangan, kaki, dan yg lebih penting kita masih hidup. Akan tetapi kenikmatan-kenikmatan itu seakan-akan tidak berarti karena mende finisikan nikmat itu hanya harta, tahta dan wanita.
Penulis : Sts.Dt.Rajo Indo, S.H., M.H
Editor. : Red minakonews


