Skandal Penjurian LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar: Juri Dinonaktifkan, MC Minta Maaf

Skandal penjurian LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar 2026, juri dinonaktifkan dan MC Shindy Lutfiana menyampaikan permintaan maaf terbuka (Infografis: Minakonews/AI).

Pontianak (Kalbar),; MINAKONEWS.COM — Babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (9/5/2026), memicu kontroversi setelah keputusan juri dianggap tidak adil. Jawaban identik dari SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Sambas diberi skor berbeda, minus 5 untuk Pontianak dan plus 10 untuk Sambas. Perbedaan ini menimbulkan protes peserta, guru pendamping, dan masyarakat.

Nama juri yang terlibat antara lain Indri Wahyuni, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, serta Dyastasita Widya Budi dari Sekretariat Jenderal MPR RI. Beberapa anggota MPR RI lainnya juga bertugas sebagai juri resmi.

Sekretariat Jenderal MPR RI menonaktifkan seluruh juri dan MC Shindy Lutfiana pada 12 Mei 2026 untuk menjaga integritas lomba. Langkah ini diikuti dengan permintaan maaf resmi dari MPR RI, yang berkomitmen memperbaiki tata kelola lomba, termasuk mekanisme verifikasi jawaban dan prosedur keberatan peserta.

Shindy Lutfiana, yang saat itu menjadi MC, turut menuai kritik karena ucapannya kepada peserta yang merasa dirugikan. Kalimat “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja” dianggap meremehkan. Shindy kemudian menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui Instagram, mengakui kesalahan diksi, dan berjanji lebih berhati-hati dalam bertugas.

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI merupakan ajang tahunan untuk memperkuat pemahaman nilai kebangsaan dan konstitusi di kalangan pelajar SMA. Namun insiden di Kalimantan Barat ini menjadi sorotan nasional karena menyangkut kredibilitas lembaga negara dan sportivitas kompetisi.

Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *