Indeks

Strategi Ekspor Padang Pariaman: dari Benih Unggul Hingga Diplomasi Pasar Global

Cover presentasi resmi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam forum Sumbar Expo 2025, menampilkan komitmen kepala daerah terhadap strategi ekspor dan pembangunan berbasis budaya.(Dok. Sumbar Expo 2025).

Padang Pariaman (Sumatera Barat). MINAKONEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat fondasi ekspor daerah melalui strategi komprehensif yang mencakup peningkatan produksi, penguatan kualitas produk, hilirisasi industri, dan perluasan akses pasar. Langkah ini menjadi bagian dari arah pembangunan ekonomi daerah yang disampaikan dalam forum Sumbar Expo 2025.

Upaya pertama dilakukan melalui peningkatan produksi dan produktivitas. Pemerintah mendorong penggunaan benih unggul di seluruh komoditi, penerapan teknologi pertanian modern, pelatihan petani melalui sekolah lapangan, serta peningkatan akses terhadap sarana produksi seperti pupuk, alat pertanian, dan irigasi.

Langkah kedua adalah penguatan kualitas dan standar produk. Pemerintah memfasilitasi sertifikasi mutu, pengujian dan standarisasi produk, serta pelatihan pasca panen untuk memastikan produk ekspor memenuhi standar internasional.

Hilirisasi dan pengolahan produk juga menjadi prioritas. Pemerintah mendorong tumbuhnya industri olahan berbasis perkebunan, menjalin kemitraan dengan UMKM dan koperasi, serta memfasilitasi kawasan industri kecil yang mendukung ekspor.

Untuk memperluas pasar, strategi promosi ekspor dilakukan melalui partisipasi dalam pameran nasional dan internasional, digital marketing, serta kerja sama dengan lembaga terkait. Pemerintah juga membuka peluang investasi melalui skema Public Private Partnership (PPP), kemudahan perizinan, penyediaan lahan, dan kerja sama antar kabupaten/kota.

Kelembagaan petani turut diperkuat melalui pembentukan koperasi dan kelompok tani eksportir, serta pendampingan manajemen usaha dan keuangan. Di sisi kebijakan dan infrastruktur, pemerintah menyusun rencana aksi daerah komoditi ekspor, memperbaiki jalan dan jembatan pendukung, serta memberikan insentif logistik dan retribusi daerah.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi. Kualitas produk belum konsisten, perizinan dan sertifikasi ekspor seperti halal, BPOM, SNI, dan HACCP masih terbatas, serta minimnya fasilitas logistik dan pelabuhan ekspor di sekitar daerah. Akses pembiayaan ekspor bagi pelaku UMKM juga masih terbatas, ditambah rendahnya literasi ekspor di kalangan usaha kecil.

Untuk menjawab tantangan tersebut, sejumlah program pemerintah telah berjalan. Di antaranya fasilitasi promosi produk unggulan melalui Trade Expo Indonesia, Inacraft, dan digitalisasi promosi lewat marketplace ekspor dan website UMKM. Peningkatan kapasitas pelaku UMKM dilakukan melalui pelatihan ekspor, sertifikasi produk, dan pendampingan desain kemasan, serta kolaborasi dengan BPVP dan Balai Karantina.

Penguatan infrastruktur dan logistik juga menjadi fokus, termasuk peningkatan akses jalan ke kawasan produksi dan sinkronisasi dengan pengembangan Pelabuhan Muaro Anai serta Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebagai gerbang ekspor.

Pemerintah juga menjalin kemitraan dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi & UKM, dan Bea Cukai, serta merancang pembentukan Export Center Padang Pariaman.

Pelibatan pihak swasta dan dunia usaha menjadi bagian penting dari strategi ini. Pemerintah mendorong PPP dalam rantai pasok ekspor, mengundang investor untuk hilirisasi produk lokal, serta menjalin kolaborasi dengan asosiasi eksportir, KADIN, HIPMI, dan diaspora Minangkabau. Dukungan CSR dari perusahaan besar juga diharapkan untuk pembinaan UMKM ekspor.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, produk-produk unggulan Padang Pariaman diyakini mampu menembus pasar global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com