Indeks

Sumbar Dorong Digitalisasi Transaksi Lewat E-Money dan QRIS

Oleh : Pemimpin Redaksi Minakonews.com

Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Tren transaksi non-tunai di Indonesia terus menunjukkan peningkatan, dan Sumatera Barat mulai menunjukkan geliatnya dalam adopsi kartu uang elektronik seperti Flazz BCA, e-Money Mandiri, dan TapCash BNI. Meski belum tersedia data spesifik provinsi, sejumlah indikator menunjukkan bahwa kota-kota seperti Padang, Bukittinggi, dan Payakumbuh mengalami peningkatan penggunaan e-money, terutama di sektor transportasi, parkir, dan ritel modern.

Secara nasional, nilai transaksi uang elektronik pada Januari 2024 tercatat sebesar Rp5.335,33 triliun, tumbuh 17,19 persen dibanding tahun sebelumnya. Kartu e-Money Mandiri mencatat lebih dari 1 miliar transaksi sepanjang 2022 dengan volume mencapai Rp20 triliun. Sementara itu, TapCash BNI mengalami lonjakan transaksi sebesar 49 persen, dengan lebih dari 10 juta kartu beredar di seluruh Indonesia.

Di Sumatera Barat, penggunaan kartu e-money mulai terlihat di gerai-gerai ritel, sistem parkir elektronik, dan infrastruktur jalan tol. Bank-bank penerbit juga aktif mendorong digitalisasi transaksi di daerah. Area Head Bank Mandiri Padang, Oktariza, menyebut bahwa inisiatif kartu multifungsi untuk Pramuka Sumbar adalah bagian dari strategi kolaboratif antara sektor pendidikan dan perbankan. “Kartu ATM ini adalah inisiasi strategis dari Ketua Kwarda kita, Kakak Plt Gubernur Audy Joinaldy. Inisiatif ini menegaskan Bank Mandiri selalu siap berkolaborasi dengan sekolah, termasuk dalam mengawal digitalisasi kewirausahaan nantinya,” ujarnya.

Plt Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, juga menyatakan bahwa Sumatera Barat menjadi pilot project nasional dalam penerapan KTA multifungsi bagi Pramuka. “KTA ini juga berfungsi sebagai e-money dan kartu ATM,” katanya dalam peluncuran program tersebut.

Dari sisi kebijakan, Bank Indonesia Sumbar turut mendorong penggunaan QRIS dan transaksi digital sebagai bagian dari efisiensi sistem pembayaran. Deputi Kepala Perwakilan BI Sumbar, Dandy Indarto Seno, mengatakan bahwa QRIS membantu memitigasi risiko uang palsu dan menghemat biaya pencetakan uang. “Dengan QRIS, kita bisa memudahkan transaksi tanpa khawatir tentang uang kembalian,” ujarnya.

Sementara itu, di tingkat UMKM, digitalisasi transaksi mulai dirasakan manfaatnya. Roza Syafdefianti, Staf Ahli Bupati Agam, menyebut bahwa sosialisasi digital payment sangat membantu pelaku usaha kecil. “Terima kasih kepada Dosen IPDN yang telah menunjuk Tanjung Mutiara sebagai lokasi program. Ini sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM,” katanya.

Dengan dukungan dari sektor perbankan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, Sumatera Barat memiliki peluang besar untuk memperluas ekosistem transaksi digital. Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal inklusi keuangan dan efisiensi ekonomi yang menyentuh masyarakat luas.

Sumber: Bank Indonesia Sumbar, Bank Mandiri Padang, Pemprov Sumbar, DJPb, BPS, Media Sosial Resmi Kwarda Pramuka Sumbar.(Minakonews.com).