Pletugas mengevakuasi korban tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27/4/2026 malam (Infografis: Minakonews/AI).
Bekasi. MINAKONEWS — Kecelakaan hebat terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam, melibatkan KRL Commuter Line tujuan Cikarang dan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Insiden ini menelan 4 korban jiwa dan melukai 79 penumpang, sementara proses evakuasi berlangsung dramatis hingga dini hari.
Kronologi bermula ketika KRL berhenti mendadak di jalur Stasiun Bekasi Timur setelah insiden taksi online tertabrak kereta di perlintasan Bulak Kapal. Saat rangkaian KRL terhenti, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi melaju dari arah belakang dan menghantam gerbong paling belakang, termasuk gerbong khusus wanita. Benturan keras membuat lokomotif KA jarak jauh menembus bodi KRL, menimbulkan kepanikan dan asap tebal di area stasiun.
Sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi selamat, sementara korban luka dari KRL segera dibawa ke mushala stasiun dan rumah sakit rujukan. Jalur Bekasi–Cikarang terganggu, Stasiun Bekasi Timur ditutup sementara, dan layanan dialihkan ke Stasiun Bekasi.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan fokus utama perusahaan adalah penanganan korban dan keselamatan pelanggan. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan belasungkawa serta memastikan seluruh korban mendapat penanganan terbaik di fasilitas medis.
Tabrakan maut di Bekasi Timur menegaskan pentingnya pengawasan perlintasan dan koordinasi operasional kereta. Dengan 4 korban jiwa dan 79 luka-luka, insiden ini menjadi peringatan keras akan urgensi keselamatan transportasi publik.
Penulis: Dur Mandala Putra
Editor. : Red. Minakonews


