Tim Pengabdian PNP Kenalkan Penggunaan Macromedia Flash

Roni Tri Putra.(Foto : M).

Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Berdasarkan temuan yang telah dilakukan Badan Penelitian dan Pusat Pengembangan Kurikulum, ternyata materi pelajaran matematika tidak tertampung oleh alokasi waktu pada struktur kurikulum di kelas X, XI IPA, dan XII IPA. Ini berarti materi yang disusun dalam kurikulum terlalu padat sehingga alokasi waktu untuk pembelajaran matematika tidak mencukupi. Dampaknya, guru menjadi lebih terfokus pada pencapaian materi daripada pencapaian tujuan pembelajaran matematika.

Hal itu diungkapkan Roni Tri Putra dalam pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Padang bertopik “Penggunaan Macromedia Flash pada Pembelajaran Matematika Materi Lingkaran” di SMA Swasta Dian Andalas Padang pertengahan Agustus 2023.

Selain Roni Tri Putra, Tim Pengabdian Politeknik Negeri Padang tersebut terdiri dari Aprinal Adila Asril, Fitri Adona, Putri Gemala Sari, dan Sri Nita. Salah satu solusi yang diberikan oleh Badan Penelitian dan Pusat Pengembangan Kurikulum untuk mengatasi alokasi waktu yang minim menurut Sri Nita adalah dengan menambah jam pelajaran matematika sejauh dimungkinkan tidak melanggar ketentuan dalam standar isi. Penambahan jam itu digunakan untuk pengulangan materi dan membahas soal-soal, sehingga kemampuan siswa dalam menjawab soal-soal menjadi lebih baik.

Berdasarkan wawancara informal dengan guru, diketahui bahwa walaupun sudah ada penambahan jam untuk pembelajaran matematika, masih ada rasa ketidakpuasan guru untuk materi lingkaran. Pada materi lingkaran, pembelajaran lebih terfokus untuk mencapai ketuntasan materi dari pada pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, selain dengan penambahan jam pelajaran, perlu ditingkatkan keefektifan pembelajaran agar dengan alokasi waktu yang tersedia, tujuan pembelajaran matematika tetap dapat tercapai.

Sekolah, termasuk SMA Swasta Dian Andalas diharapkan menggunakan media pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran. Media pembelajaran yang terintegrasi dengan TIK dapat membangkitkan motivasi siswa ketika belajar matematika. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Seiring dengan perkembangan TIK, adanya pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran mengubah paradigma peran guru sebagai seorang pengajar menjadi seorang fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar yang dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada siswa untuk mengalami peristiwa belajar, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajar. Penggunaan media pembelajaran yang terintegrasi dengan TIK dapat melibatkan indera penglihatan dan pendengaran secara optimal.

Penggunaan alat indera penglihatan dan pendengaran secara optimal dalam proses pembelajaran akan memberikan pengalaman belajar kepada siswa. Pengalaman belajar yang diperoleh siswa akan berpengaruh pada hasil belajar yang baik. Edgar Dale (Azhar, 2006:15) menyatakan bahwa hasil belajar melalui indera pandangan berkisar 75%, melalui indera pendengaran berkisar 13%, dan melalui indera lainnya berkisar 12%. Dr. Vermon A.Magnesen (DePorter, 1999:57) juga mengatakan bahwa “Kita belajar : 10% dari apa yang dibaca, 20% dari apa yang didengar, 30% dari apa yang dilihat, 50% dari apa yang dilihat dan dengar, 70% dari apa yang dikatakan, 90% dari apa yang dikatakan dan lakukan”.

Media pembelajaran yang terintegrasi dengan TIK perlu dibuat dan digunakan agar keefektifan pembelajaran dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, media pembelajaran yang terintegrasi dengan TIK yang praktis dan efektif perlu digunakan dalam proses pembelajaran matematika sehingga keefektifan pembelajaran matematika meningkat. Salah satu media pembelajaran yang terintegrasi dengan TIK adalah media pembelajaran berbasis komputer.

Penggunaan media pembelajaran tersebut akan membuat siswa dapat belajar lebih mandiri dan siswa dapat langsung mempelajari materi tanpa harus menunggu penjelasan yang banyak dari guru. Siswa dapat mengulang sendiri materi yang belum dikuasai dan dapat langsung melanjutkan ke materi berikutnya, tanpa harus menunggu teman yang lain. Siswa yang berkemampuan rendah dapat mengejar ketinggalan kompetensi yang harus dicapainya dengan belajar sendiri di luar lingkungan sekolah. Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut diharapkan dapat membuat siswa-siswi SMAS Dian Andalas Padang menjadi lebih aktif dan mandiri dalam proses belajar matematika. Di sisi lain, guru dapat berperan sebagai fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar yang dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada siswa untuk mengalami peristiwa belajar, sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajar matematika.

Hasil Pengabdian tersebut menurut Sri Nita, setidaknya dapat membuat siswa belajar lebih mandiri dan siswa dapat langsung mempelajari materi tanpa harus menunggu penjelasan yang banyak dari guru. Siswa dapat mengulang sendiri materi yang belum dikuasai dan dapat langsung melanjutkan ke materi berikutnya, tanpa harus menunggu teman yang lain. Siswa yang berkemampuan rendah pun dapat mengejar ketinggalan kompetensi yang harus dicapainya dengan belajar sendiri di luar lingkungan sekolah.

Aprinal Adila menyimpulkan, pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi belajar akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran, penyampaian pesan, dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.(M).

Penulis : M

Editor : Red minakonews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *