Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pelibatan TNI–Polri dalam program swasembada pangan untuk menjaga rantai pasok dan mencegah kejahatan di sektor pertanian sejak dari hulu. (Potret Digital: Minakonews/AI).
Jakarta (DKI). MINAKONEWS.COM –
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pelibatan TNI dan Polri dalam program swasembada pangan nasional merupakan langkah strategis untuk mencegah kejahatan di sektor pertanian sejak dari hulu. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan Panen Raya Kedelai Ketahanan Pangan TNI AL di Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026).
Dalam sambutannya, Amran menekankan bahwa sektor pangan adalah urat nadi ekonomi nasional yang rentan terhadap praktik penimbunan, manipulasi harga, dan penyalahgunaan distribusi pupuk. Ia menyebut keterlibatan aparat diperlukan agar pengawasan di lapangan lebih kuat dan tidak ada permainan harga yang merugikan petani. “Kita libatkan aparat supaya rantai pasok pangan terjaga dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pencapaian target swasembada pangan 2027, dengan fokus pada komoditas strategis seperti beras, jagung, kedelai, dan susu sapi lokal. Pemerintah kini mewajibkan industri menyerap hasil produksi petani sebelum izin impor dikeluarkan, sebagai bentuk perlindungan terhadap produksi dalam negeri.
Panglima TNI Agus Subiyanto menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menegaskan bahwa personel TNI akan ditempatkan di daerah untuk membantu pengawasan distribusi dan pendampingan petani. Sementara itu, Polri akan memperkuat aspek penegakan hukum terhadap pelanggaran di rantai pasok pangan, termasuk penimbunan dan manipulasi harga.
Kementerian Pertanian juga menyiapkan peta jalan efisiensi logistik pangan yang mencakup digitalisasi rantai pasok, penguatan gudang regional, serta insentif bagi pelaku usaha yang menggunakan sistem distribusi terintegrasi. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi kerugian petani akibat permainan harga dan memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tekanan ekonomi global.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
