Tragedi Bus ALS di Muratara, 18 tewas, izin diduga mati sejak 2020 (Infografis: Minakonews/AI).
Musi Rawas Utara (Sumsel). MINAKONEWS – Kecelakaan maut antara bus PO Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM di Jalur Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumsel, menewaskan 18 orang. Fakta terbaru menunjukkan bus diduga beroperasi dengan izin yang sudah mati sejak 2020, sementara investigasi resmi masih berlangsung.
Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan transportasi darat dan kondisi Jalinsum. “Kehilangan belasan nyawa dalam satu insiden adalah alarm keras bagi kita semua. Pemerintah harus segera memperbaiki titik rawan dan memperketat pengawasan angkutan logistik maupun bus penumpang,” ujarnya.
Kementerian Perhubungan mengungkap adanya indikasi pemalsuan dokumen dan nomor polisi pada bus ALS. Selain itu, bus diduga mengangkut barang berbahaya seperti tabung gas, sepeda motor, dan mesin di dalam kabin penumpang. Organda mendesak penyelidikan muatan truk tangki karena kebakaran hebat diduga berasal dari isi tangki yang tidak tercatat sebagai angkutan resmi.
Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan belasungkawa dan meninjau langsung proses identifikasi jenazah di RS Bhayangkara Palembang. Ia menekankan perlunya langkah cepat agar tragedi serupa tidak terulang.
Tragedi ini membuka fakta kelam tentang lemahnya pengawasan angkutan umum dan logistik di Jalinsum. Pemerintah pusat dan daerah diminta segera memperbaiki tata kelola transportasi, memperketat pengawasan terminal, serta memastikan standar keamanan angkutan BBM dan barang berbahaya dijalankan dengan benar.
Penulis: Dur Mandala Putra
Editor. : Red. Minakonews.com


