UMKM DIMANFAATKAN BUNDO KANDUANG NAGARI GURUN UNTUK TINGKATAN PENDAPATAN

Pertemuan Bundo Kanduang Nagari Gurun dengan Kabid Perindustrian Koperindagpastam Tanah Datar Rifna Ludin dan Fungsional Pengawas Koperasi Tanah Datar Afrina Yarlis di BLK Yayasan Bintang Sembilan Peduli Bangsa Nagari Gurun, Jumat (25/9-2026).(Foto : MK).

Tanah Datar (Sumbar), MINAKONEWS.COM — Bundo Kanduang Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, terus memfokuskan program kerjanya pada upaya meningkatkan pendapatan keluarga melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta pemberdayaan ibu rumah tangga.

Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat posisi perempuan tidak hanya dalam kehidupan sosial dan adat di nagari, tetapi juga sebagai salah satu penopang utama ketahanan ekonomi keluarga.

Upaya Bundo Kanduang Nagari Gurun tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Datar, Ny. Lisye Eka Putra, terutama terhadap semangat Bundo Kanduang untuk mengembangkan potensi ekonomi perempuan dan produk UMKM berbasis nagari.

Di tengah dinamika kelembagaan yang terjadi di Nagari Gurun, termasuk munculnya kelompok yang mengatasnamakan Bundo Kanduang lainnya, Bundo Kanduang Nagari Gurun memilih tetap berkonsentrasi pada agenda pemberdayaan.

Mardawesti pengurus UMKM Nagari Gurun mengatakan, perbedaan dan dinamika yang terjadi di tingkat nagari tidak boleh mengalihkan perhatian dari kepentingan yang lebih besar, yakni bagaimana kaum perempuan dan ibu rumah tangga memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta pendapatan keluarga.

Kami dengan pengurus yang lain memilih tetap fokus bekerja dan berikhtiar. Bundo Kanduang harus hadir memberikan manfaat nyata bagi perempuan dan keluarga. Ketahanan nagari juga berawal dari keluarga yang kuat dan mandiri secara ekonomi,” demikian semangat yang menjadi landasan program Bundo Kanduang Nagari Gurun.

Studi Tiru ke Pesisir Selatan

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah melaksanakan studi tiru ke Kabupaten Pesisir Selatan pada 19 September 2026, dengan mempelajari pengelolaan koperasi perempuan, sentra UMKM, pengembangan produk kuliner, pemasaran bersama, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis kelompok perempuan.

Kegiatan tersebut didampingi dan dipimpin unsur pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Gurun, di antaranya Wakil Ketua I KAN Gurun M. Syukur, S.Pd.I., Dt. Godang Rajo dan Sekretaris KAN Gurun H. Mashuri, Khatik Mudo Ayat, bersama pengurus dan anggota Bundo Kanduang Nagari Gurun.

Studi tiru tidak dimaksudkan sekadar sebagai kegiatan kunjungan. Berbagai praktik baik yang diperoleh dari Pesisir Selatan selanjutnya mulai diterjemahkan menjadi rencana kerja yang dapat dilaksanakan di Nagari Gurun.

Ditindaklanjuti dengan Pertemuan dan Pendampingan

Sebagai tindak lanjut, Bundo Kanduang Nagari Gurun bersama KAN Gurun mengadakan pertemuan di BLK Yayasan Bintang Sembilan Peduli Bangsa dihadiri Kabid perindustrian Tanah Datar Rifna Ludin, Fungsional Pengawas Koperasi Tanah Datar Afrina Yarlis.

Dalam pertemuan tersebut, Bundo Kanduang mendapatkan arahan mengenai tahapan yang perlu dipersiapkan untuk membangun usaha kelompok perempuan secara lebih terencana, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan produk, legalitas dan perizinan usaha, hingga akses terhadap program pembinaan pemerintah.

Arahan dan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM menjadi bagian penting agar kegiatan ekonomi yang dirintis tidak berhenti pada produksi rumah tangga, tetapi secara bertahap berkembang menjadi usaha yang memiliki standar produk, kelembagaan yang jelas, akses pembiayaan, serta pasar yang lebih luas.

Dorong Koperasi dan Tiga Pilar Usaha

Kedepan, pemberdayaan ekonomi Bundo Kanduang Nagari Gurun diarahkan melalui Koperasi Maju Basamo Bundo Kanduang Nagari Gurun, yang diharapkan menjadi wadah bersama dalam mengembangkan potensi ekonomi perempuan.

Pengembangan usaha difokuskan pada tiga pilar utama, yakni:

  1. Kerajinan dan sulaman, meliputi aneka sulaman, jahit dalamak, perlengkapan pelaminan, salendang, serta produk kerajinan khas Minangkabau.
  2. Kuliner dan produk olahan, seperti randang baluik, randang paru, arai pinang, rakik kacang, aneka kue kering serta produk makanan khas lainnya.
  3. Koperasi dan pembiayaan usaha, terutama pengembangan simpan pinjam dan dukungan permodalan produktif bagi UMKM anggota.

Melalui tiga pilar tersebut, Bundo Kanduang diharapkan dapat membangun ekosistem UMKM yang menghubungkan pelatihan, produksi, pengemasan, legalitas, pembiayaan hingga pemasaran.

Perempuan sebagai Penggerak Ketahanan Ekonomi Nagari

KAN Gurun mendorong agar Bundo Kanduang tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap kelembagaan adat. Perempuan Minangkabau mempunyai posisi strategis dalam keluarga dan kehidupan nagari sehingga penguatan kapasitas ekonominya harus menjadi salah satu agenda pembangunan masyarakat.

Program pemberdayaan tersebut juga diarahkan untuk membuka ruang bagi ibu rumah tangga yang selama ini memiliki keterampilan memasak, membuat makanan tradisional, menyulam, menjahit maupun keterampilan produktif lainnya, tetapi belum memiliki akses yang memadai terhadap modal, kelembagaan dan pasar.

Dengan pengorganisasian melalui koperasi dan kelompok UMKM, kemampuan individual tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi bersama.

“Target akhirnya bukan sekadar membentuk kelompok atau koperasi, tetapi membangun Ekosistem UMKM Bundo Kanduang Nagari Gurun. Perempuan harus menjadi pelaku utama yang berdaya, produktif dan mampu ikut meningkatkan pendapatan keluarganya,” menjadi arah yang hendak diwujudkan.

Melalui sinergi Bundo Kanduang, KAN, pemerintah daerah, Dinas Koperasi dan UMKM serta berbagai lembaga pendamping, Nagari Gurun berharap dapat melahirkan produk-produk unggulan yang mempunyai kualitas, legalitas dan daya saing.

Semangat yang dibangun adalah “Berdaya, Berkualitas, Bercita Rasa, Menopang Ketahanan Ekonomi Keluarga dan Nagari.”

1 Kabid perindustrian RIFNA LUDIN

Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, Bundo Kanduang Nagari Gurun menegaskan pilihannya untuk tetap bekerja, berkarya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebab bagi Bundo Kanduang Nagari Gurun, penguatan perempuan bukan sekadar persoalan kelembagaan, tetapi ikhtiar membangun keluarga yang lebih mandiri dan Nagari Gurun yang lebih kuat .(MK).

Penulis : MK

Editor.         : Red minakonews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *