Alunan Musik Karoeke Dengan Vocalis Silih Berganti, Termasuk Ketua PWI Dharmasraya

Suasana para wartawan usai makan siang di sebuah rumah makan di Palembang.(Foto : Ridwan Syarif).

Dharmasraya (Sumbar), MINAKONEWS COM – “Luar biasa, penyanyi juga rupanya ketua ya,” sebut penulis tak lama sesudah itu.

Sejauh mata memandang, hampir merata kiri kanan ditanami sawit, ubi dan jagung.

“Semoga itu adalah milik masyarakat, sejahteralah petani. Agraris memang Indonesia,” sebut penulis ke Mas Bagus, wartawan Petisi.Com yang berada di seat sebelah kiri

Usai dan lelah berkaroke, penulis mencoba memancing pembicaraan terkait hasil Pemilu Serentak dua hari sebelumnya serta Pilkada Dharmasraya, September 2024 nanti.

Terkait Pilkada, beragam komentar bermunculan, ada yang menginginkan wajah baru, ada yang tetap menyodorkan wajah lama dan ada yang mengusulkan, “kita dengar arahan” tanpa menjelaskan arahan siapa yang dimaksud. Ada juga yang mengusulkan bagaimana kalau dari kita media, wartawan mencoba untuk maju di Pilkada.

“Yang pasti bupati kita saat ini (Sutan Riska, Red) sesuai undang undang tak lagi mencalonkan diri untuk ketiga kali sebagai Bupati,” sebut Erman Caniago, wartawan Fajar News.com

Ribut soal diskusi Pilkada 2024, akhirnya terhenti tanpa berkesudahan setelah mobil kembali istirahat sejenak di rumah makan Famili Raya Palembang.

Laju mobil tak terasa, rupanya sejak memasuki pintu Tol di Tempino Jambi sudah melewati tidak kurang 254 KM hingga memasuki wilayah Sumsel ini.

Seluruh penumpang bus Nyaman Holiday turun, menikmati makan malam sekaligus shalat Maghrib dan di Jamak dengan sholat Isya.

Sebuah kemudahan atau ruksyah dalam agama Islam, yakni menggabungkan shalat fardhu sekaligus dalam waktu yang bersamaan bagi yang sedang dalam melakukan perjalanan jauh.

“Kapan sampainya di Bakahuni pak supir” tanya penulis sambil memetik satu batang Gudang Garam Filter

“Insya Allah subuh pak,” jawab beliau

“Bis Pariwisata tidak boleh secepat mobil penumpang reguler itu pak, ada monitor dari kantor, sampai batasan tertentu, alarm berbunyi, itu demi menjaga kenyamanan penumpang,” sambungnya.

Penulis coba searching Google, mencari tahu jarak tempuh Tol Palembang-Bakauheni Lampung, 371,5 KM, artinya untuk sampai wilayah Propinsi Lampung, bis akan menempuh perjalanan sejumlah ratusan kilometer lagi.

Benar adanya, mobil berhenti di sebuah warung makan, usai shalat subuh dan sarapan, mobil melaju masuk dermaga pelabuhan, masih pagi.

“Kopi, kopi, tahu, tahu” penjaja minuman dan makanan di kapal lalu lalang menyodorkan dagangannya.

Tidak sulit, apa yang menjadi kebutuhan, ada memang di kapal, tapi jangan kaget harganya cukup merobek dompet, sebaiknya bila ingin bepergian, siapkan bekal sebelum menaiki kapal.

Dua jam setengah mengarungi selat Sunda, lautan yang membelah Pulau Sumatera dan Pulau Jawa itu. Terompet kapal berbunyi memecah sepi, menandakan kapal segera akan merapat di dermaga Merak.

Selanjutnya kembali menempuh jalan bebas hambatan sepanjang 98 KM hingga sampai di Jakarta pada siang harinya. (Bersambung).

Penulis : Ridwan Syarif

Editor : Red minakonews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *