KETUA DPRD KABUPATEN SOLOK LAPORKAN KOORDINATOR UMUM SOLINA KE POLDA SUMBAR

banner 120x600
banner 468x60

Ketua DPRD Kab. Solok laporkan Koordinator Umum Solina ke Polda Sumbar.(Foto : Eli).

Kabupaten Solok (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Terkait Unjuk rasa yang di sampaikan Aksi Solidaritas Lintas Nagari (Solina) Kabupaten Solok yang meneriaki DPRD Kabupaten Solok “Maling Uang Rakyat ” , DPRD laporkan Koordinator Umum Solina ke Polda Sumbar oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok, sesuai Laporan polisi nomor :STTLP/274.a/XII/YAN/2023/SPKT/POLDA SUMATERA BARAT tanggal 29 Desember 2023.

banner 325x300

Menanggapi adanya Laporan Tersebut Koordinator Umum Aksi Solidaritas Lintas Nagari Kab. Solok, Arisvan Bachtiar saat di konfirmasi Media ini menyampaikan rasa prihatin dan miris terhadap prilaku wakil rakyat yang di nilainya terkesan Anti Kritik dan tidak mau terima aspirasi masyarakat.

Saya siap menghadapi laporan mereka, kapan lagi rakyat badarai bisa dilaporkan oleh dewan terhormat mereka sendiri. jelas jelas kami menyampaikan hasil temuan BPK RI tapi mereka merasa tidak bersalah malah melaporkan rakyat Badarai seperti kami, ujarnya sambil tersenyum

Menurutnya, apa yang dilakukan anggota DPRD Kab. Solok itu merupakan gambaran degradasi mental mereka sebagai wakil rakyat. Orang-orang yang dipilih oleh rakyat dan digaji mahal oleh negara ini seakan anti kritik tidak berkeruncingan.

Apa yang kita teriakkan dalam aksi adalah kesalahan yang telah mereka lakukan, walaupun masih ada beberapa orang yang tidak terlibat,  tetapi secara keseluruhan ada 90% lebih dari mereka yang ketahuan ada temuan, sehingga harus memulangkan uang negara. Parahnya lagi, sampai hari kita aksi, masih ada 2 orang lagi yang belum selesai membayar,” ungkap Arisvan.

Arisvan menyampaikan, bayangkan saja jika kelakuan mereka tidak ketahuan, maka 5,7 miliar uang rakyat temuan di DPRD Kab. Solok bisa raib begitu saja. Itu bukan jumlah yang kecil. Jika di salurkan untuk bantuan bedah rumah, Rp20 juta saja untuk satu rumah. Bisa dibayangkan berapa rumah tidak layak huni bisa di bangunkan untuk masyarakat di Kab. Solok. Tapi ternyata hanya mereka habiskan untuk jalan-jalan dengan embel-embel perjalanan dinas.

Seperti halnya temuan BPK, pemulangan itu diduga akibat dari mark up biaya kamar hotel dan perjalan fiktif. Jika kejadiannya seperti itu, berarti jelas disengaja, bukan kesalahan administrasi saja dan kejadiannya sudah berulang-ulang, imbuhnya lagi.

Menurutnya, gerakan politik yang dilakukan DPRD sekarang hanya pengalihan isu saja, untuk menutupi kekurangan mereka selama menjabat. Karena dengan 16 miliar uang perjalan dinas pertahun, ditambah pendapatan tetap mendekati 30 juta/ tahun, masyarakat belum bisa melihat kinerja mereka yang bisa membawa kemaslahatan bagi rakyat Kab. Solok. Malahan saat bencana merekapun tidak terlihat hadir. Menjadi anggota DPRD hanya semacam mencari pekerjaan bagi pengangguran.

Waktu kemaren kita dipertemukan secara langsung melalui diskusi di media TV, dan sekarang juga masih bisa dilihat tayangan ulangnya dichanel Youtubenya Padang TV. Disana mereka jelas mengakui jika memang ada temuan BPK, kemudian mereka pulangkan kembali dan parahnya lagi, bagi mereka itu, memakai uang negara dan menggunakan tidak sesuai peruntukannya itu biasa, Huff….masyakarakat bisa menilainya sendirilah,” tegas Arisvan.

Kalau mengambil uang negara dengan cara mark up dan fiktif itu apa namanya? ibaratnya, ambil punya orang, ketahuan, terus dikembalikan. Kejadiannya berulang lagi. Kalau tidak ketahuan pasti hilang begitu saja kan. Terus apa bedanya dengan “maling”?,” Arisvan mempertanyakan.

Kemudian, sekarang ada masyarakat mempertanyakan orang yang mereka pilih sendiri sebagai wakil di DPRD. Mereka awalnya hanya disuruh minta maaf karena kesalahan mereka. Kemudian masyarakat mempertanyakan apa yang telah mereka lakukan selama satu periode mejadi anggota DPRD Kab. Solok, dan kenapa mereka mesti “maling” padahal mereka sudah digaji besar oleh negara.

Tapi ternyata mereka jadi lupa diri dari mana asalnya, siapa yang memilih, mereka digaji dengan apa. Mereka sekarang anti kritik. Mereka terlihat begitu pongah, dan malah laporkan rakyatnya sendiri. Kurang parah apa lagi coba?,” katanya lagi.

Terakhir Arisvan menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kab. Solok, supaya hati-hati memilih wakil rakyat untuk kedepannya, jangan pilih yang mentalnya rusak, jangan pilih yang kerjanya jalan-jalan saja. Pilih pemimpin yang baik, jangan tertipu penampilan seperti ustadz saja, tapi kelakuannya preman. Kelihatan pintar, tapi suka membodohi.

Kita mesti haramkan memilih orang-orang seperti itu lagi. Yang di otaknya cuma ada siasat “maling” uang negara,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, KetuaDPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra melalui telpon selulernya membenarkan adanya laporan terhadap Koordum Solina Arisvan Bachtiar, CS yang di nilai telah mencemarkan nama baik anggota DPRD dan Lembaga DPRD yang mengatakan DPRD Maling.

Dan untuk UU ITE kami sudah mengantongi akun-akun yang mengatakan DPRD Maling dan ini juga akan kami proses.tuturnya.

Ketua DPRD berharap kepada Kapolda dan Kapolri untuk mengawal laporan tersebut karena ini lembaga institusi .harapnya.(Eli)
Penulis :Eli
Editor :Redminakonews

Dikirim dari telepon pintar vivo
[30/12 15.39] Ka Tua PWI K Slk Eli:

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *