Pemerintah Kota Solok pamerkan produk unggulan dalam kegiatan Pekan Nasional Petani dan Nelayan Indonesia (Penas Tani) XVI, Senin (12/6).(foto Eli)

Kota Solok (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Pemerintah Kota Solok pamerkan produk unggulan dalam kegiatan Pekan Nasional Petani dan Nelayan Indonesia (Penas Tani) XVI yang dilaksanakan di Lanud Sutan Sjahrir Padang, Sumatera Barat, Senin (12/6).

Pantauan di lokasi terlihat pengunjung kegiatan Penas Tani mencicipi rasa dari Kopi Payo yang merupakan salah satu produk unggulan yang ada di stand Dinas Pertanian dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Solok.

Salah satu hal yang membuat Kopi Payo istimewa adalah proses penanamannya yang sama sekali tidak menggunakan pestisida ataupun bahan kimia lainnya. Hal inilah yang membuat Kopi Payo menjadi jenis kopi natural yang berharga tinggi.

Selain dari cara penanamannya yang tanpa pestisida, karakteristik serta cita rasa Kopi Payo bisa bersaing dengan kopi asal Sumatera lainnya. Walaupun masih memiliki rasa yang mirip dengan Kopi Aceh Gayo, Mandailing, atau Sidikalang.

Kota Solok menampilkan produk unggulan seperti Beras Solok yang rasanya enak, lembut, dan gurih. Selanjutnya Beras Anak Daro yang merupakan beras yang telah disertifikasi oleh Kementerian Pertanian dan memang hak patennya Kota Solok,” jelas Joni Hernedi selaku Ketua Kontingen KTNA Kota Solok.

Ia mengatakan, Beras Anak Daro telah telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM RI pada tahun 2018 silam. Karena Beras Anak Daro merupakan beras khusus.

Selain beras, kita ada produk unggulan lainnya berupa Kopi Payo. Merupakan kopi yang ditanam sejak zaman penjajahan Belanda dan sampai sekarang masih diproduksi. Dimana produksinya semakin hari semakin baik,” tambah Joni Hernedi.

Ia mengatakan, ada juga ditampilkan hasil produk pertanian berupa kunyit atau tanaman obat-obatan (biofarmaka) yang dibudidayakan secara luas oleh petani Kota Solok.

Kunyit ini dibudidayakan di Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok. Jadi kebanyakan petani di Payo lebih banyak menanam kunyit. Ini merupakan kunyit unggul yang ada di Indonesia menurut Kementerian Pertanian RI,” katanya.

Terakhir, Kota Solok dikenal dengan keindahan bunganya dan banyaknya petani bunga krisan yang ditanam juga di kawasan Payo, Kota Solok.

Karena Bunga Krisan tumbuh pada ketinggian 800 sampai dengan 1000 meter dari permukaan laut. Jadi kita membuat satu kawasan agrowisata, dan ditanami bunga krisan secara luas dan ditata sesuai dengan kondisi lahan sehingga menjadi daya tarik bagi pengunjung,” ujarnya.

Joni Hernedi mengatakan bahwa harga beras dipatok Rp18 ribu per kilogram dikarenakan sudah mendapatkan Indikasi Geografis, sehingga harganya tidak diatur oleh Kementerian Perdagangan.

Sedangkan beras paling tinggi Rp13.500 rupiah per kilogram, sedangkan beras kita merupakan beras khusus sehingga harganya tidak terbatas,” kata Joni Hernedi.

Sedangkan untuk Kopi Payo jenis arabika dengan berat 250 gram dijual Rp50 ribu. Selanjutnya untuk kunyit dijual Rp30 ribu per kilogramnya.

Khusus petani kunyit juga menjual daunnya, bisanya dipanen pada umur 6 sampai 12 bulan. Sebanyak 12 hektar kunyit bisa menghasilkan 100 kilogram daun kunyit setiap minggunya,” pungkasnya.(Eli)

Penulis : Eli

Editor : Red Minakonews

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *