PEMKO SOLOK TERUS MELAKUKAN PENGEMBANGAN BUNGA KRISAN

banner 120x600
banner 468x60

Penangkaran Budi daya bunga Krisan di Payo.(Foto : Eli)

Kota Solok (Sumbar), MINAKONEWS.COM –
Bunga Krisan adalah bunga yang bernilai jual dan sangat indah di pandang mata dengan warna warninya yang menarik, untuk pemasarannya tidak hanya masyarakat Kota Solok, tapi Masyarakat luar daerah Pekanbaru Riau, Kota Padang, Padang Panjang dan Bukittinggi banyak yang membelinya.

banner 325x300

Dengan banyak nya permintaan masyarakat akan bunga Krisan, Pemerintah Daerah Kota Solok melalui Dinas Pertanian setempat terus melakukan pengembangan terhadap budidaya bunga Krisan.

Sejak dikembangkan, saat ini sudah terdapat 11 green house yang menjadi pusat produksi bunga Krisan bagi petani.

Pemasaran bunga Krisan Kota Solok bahkan sudah menyentuh pasar luar daerah. Selain lokal, kebanyakan bunga Krisan dominan ke daerah Pekanbaru Riau, Kota Padang, Padang Panjang dan Bukittinggi.

Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, H. Zulkifli menyebutkan, produksi bunga Krisan di Kota Solok lebih kurang 5000 tangkai per panen. Masa panen Bunga Krisan selama 1 bulan sejak mulai mekar.

Dari 11 green house yang ada, kami buat sistem penanaman berjenjang. Jadi produksi Bunga Krisan Kota Solok selalu ada setiap bulan dan mengisi pasar-pasar yang ada,” ungkap Zulkifli, Sabtu (13/1/2024).

Sekretaris Dinas Pertanian, Edi Harianto menjelaskan, ada 18 varietas Bunga Krisan yang dikembangkan di green house Batu Patah Payo. Bibit bunga tersebut berasal dari Balai Penelitian Tanaman Hias (Baliti).

Varietas yang dikembangkan di Payo Kota Solok meliputi; Ratimaya Agrihorti, Maruta Agrihorti, Alisha Agrihorti. Kemudian Puspita Nusantara, Marina, Pinka Pinki, Jayani, dan banyak lainnya.

Benih kita dari Baliti. Jadi mereka mengembangkan dengan sistem Kultur Jaringan. Benih ini yang kita sebar kepada kelompok tani Bunga Krisan yang ada di Batu Patah Payo,” bebernya.

Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Joni Harnedi, menyebutkan, dari tanam sampai panen memakan waktu 3 bulan 10 hari. Sementara, untuk masa panen bisa selama 1 bulan.

Untuk harga jual saat ini Rp 2 ribu per tangkai. Masing-masing green house memproduksi minimal 5 ribu tangkai. Ada juga yang berkapasitas 12 ribu, tapi kita sesuaikan dengan permintaan pasar,” tutupnya.(Eli).

Penulis : Eli

Editor : Red minakonews

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *